Instrumen Investasi Terbaik dengan Risiko Terkecil

Instrumen Investasi Terbaik dengan Risiko Terkecil

Instrumen Investasi Terbaik dengan Risiko Terkecil – Risiko terjadinya kerugian memang sudah menjadi salah satu dampak buruk yang dapat anda alami dari melakukan investasi

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda. Ada yang rendah, moderat, atau menengah, hingga berisiko tinggi.
Sebelum membahas lebih dalam, kamu perlu memahami bahwa instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko tentunya juga akan memberikan return yang rendah. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil atau return-nya tinggi, maka risikonya juga akan tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

1. Rekening tabungan di bank

Instrumen investasi dengan risiko yang paling rendah adalah rekening tabungan di bank. Andy mengatakan nilai dari rekening tabungan itu tetap, namun bunganya kecil. Dengan demikian, imbal hasilnya etftuning juga rendah.
“Rekening tabungan di bank, itu rendah sekali risikonya. Karena dari LPS kan menjamin ada tabungan sampai Rp2 miliar. Tapi pertumbuhan suku bunga saat ini rendah juga,” tutur Andy.

2. Deposito

Deposito juga dikategorikan sebagai investasi dengan risiko rendah. Deposito ini mirip seperti tabungan. Bedanya, ada tanggal jatuh tempo yang ditetapkan, serta bunganya cenderung lebih tinggi dari rekening tabungan di bank.
“Deposito bank itu risikonya juga rendah. Suku bunganya walaupun sudah lebih tinggi dibandingkan tabungan, tapi dibandingkan yang lain nilai bunganya juga cenderung rendah,” kata Andy.

3. Logam mulia

Andy juga menilai logam mulia atau emas fisik memiliki risiko rendah hingga tinggi.
“Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif. Dan ini juga cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, rawan pencurian. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri,” ucap dia.

4. Obligasi ritel

Selain instrumen investasi dengan risiko rendah, Andy juga memberi contoh instrumen investasi dengan risiko moderat, salah satunya obligasi ritel dan sukuk ritel. Namun, dia menggarisbawahi obligasi dan sukuk ritel yang dimaksud adalah obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh negara atau pemerintah.
“ORI atau sukuk ritel itu bisa dikategorikan menengah karena imbal hasil sudah lebih tinggi dibandingkan deposito. Tapi ada kemungkinan gagal bayar juga. Apalagi kalau beli obligasi corporate. Untuk lebih aman bisa beli obligasi ritel negara atau sukuk ritel,” tutur dia.

5. Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap

Tak hanya itu, Andy mengatakan reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap adalah instrumen dengan risiko yang moderat.
“Reksa dana ini bisa dikategorikan konservatif moderat itu reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap. Kalau di reksa dana pasar uang ada yang bilang itu bisa masuk kategori rendah. Karena kalau masuk pasar uang itu kan dialokasikan ke pasar uang juga, seperti ke tabungan, ke deposito,” kata Andy.